Pengertian Lumut Kerak (Lichenes)
Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dan
ganggang. Lumut kerak hidup sebagai epifit pada pepohonan. Lumut kerak juga
tumbuh di atas tanah, terutama daerah tundra di sekitar Kutub Utara. Selain
itu, lumut kerak dapat hidup di segala ketinggian di
atas batu cadas, di tepi pantai, sampai di gunung-gunung yang tinggi. Lumut
kerak dapat berperan dalam pembentukan tanah dan menghancurkan batu-batuan yang
cadas sehingga lumut kerak disebut juga sebagai tumbuhan perintis.
Perkembangbiakan lumut kerak yang
lebih sering dijumpai adalah perkembangbiakan secara vegetatif dengan
fragmentasi atau dengan soredium. Soredium terdiri dari satu atau beberapa
ganggang yang terbungkus oleh hifa jamur. Talus yang patah maupun soredium
dapat terbawa angin atau air ke tempat lain dan tumbuh membentuk lumut kerak
yang baru.
Lumut kerak berperan penting dalam
suksesi karena kemampuannya tumbuh pada tempat yang tidak memungkinkan bagi
tumbuhan untuk hidup. Lumut kerak dapat hidup pada bebatuan yang secara
perlahan menghancurkannya sehingga membentuk lapisan-lapisan tanah, Lumut kerak
Cladonia yang menutupi wilayah yang luas di daerah kutub utara menjadi makanan
bagi ternak dan hewan liar yang hidup di sana. Selain itu lumut kerak banyak
digunakan sebagai bahan obat, digunakan dalam industri kimia, parfum, dalam proses pewarnaan dan penyamakan serta digunakan sebagai
indikator tingkat polusi di sekitar daerah yang ditempatinya.
Contoh lumut kerak adalah sebagai
berikut.
1) Parmelia, hidup pada kulit kayu,
tanah, tembok, dan batu.
2) Graphis, hidup pada cabang atau
batang pohon
3) Usnea, lumut janggut, pada
batang-batang pohon dipegunungan dan dapat digunakan untuk jamu.
a. Ciri-Ciri Lumut Kerak
Lumut kerak adalah makhluk hidup yang tahan terhadap
kekeringan dalam waktu yang lama. Pada saat kekeringan dan tersengat matahari
secara terus-menerus, lumut ini akan kering, tetapi tidak mati. Pada saat turun
hujan, lumut kerak tumbuh kembali. Ciri lain lumut kerak adalah pertumbuhan
talusnya yang lambat. Dalam satu tahun, pertumbuhan talusnya kurang dari 1 cm.
Lumut kerak tersusun atas lumut dan ganggang. Ganggang
yang bersimbiosis mutualisme dengan lumut disebut dengan gonidium. Ada yang
bersel satu dan ada yang berkoloni. Umumnya, gonidium ini adalah
ganggang biru (Cyanophyta), seperti Chroococcus dan
Nostoc, tetapi ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta),
seperti Cystococcus dan Trentepohlia.
Dari simbiosis ini, jamur memperoleh makanan hasil
fotosintesis ganggang karena ganggang bersifat autotrof. Sementara itu, jamur
yang heterotrof dapat menyediakan air, mineral, dan melakukan pertukaran
gas serta melindungi ganggang. Selain itu, lumut kerak
ini juga dapat mengikat nitrogen udara.
b. Reproduksi Lumut Kerak
Reproduksi lumut kerak secara aseksual dilakukan
dengan fragmentasi. Pelepasan potongan lumut kerak di tempat yang sesuai dapat
tumbuh menjadi tumbuhan lumut kerak baru. Selain itu, reproduksi aseksual dapat
dilakukan dengan jatuhnya soredia (sel ganggang yang terbungkus hifa dan
berwarna putih) di tempat yang sesuai maka sel tersebut akan tumbuh menjadi
lumut kerak baru.
Reproduksi seksual lumut kerak dilakukan oleh tiap-tiap
makhluk hidup. Jamur dan ganggang melakukan reproduksi seksual sendiri-sendiri.
Jika spora jamur jatuh di atas ganggang, kemungkinan akan terjadi simbiosis
lagi dan akan tumbuh lumut kerak baru.
c. Peran Lumut Kerak bagi Kehidupan Manusia
Lumut kerak
dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pembuat obat, penambah rasa dan
aroma, indikator pencemaran udara, pigmennya dapat digunakan sebagai bahan
kertas lakmus celup atau indikator pH, dan di daerah batu-batuan lumut kerak
dapat melapukkan batuan sebagai awal pembentukan